CIANJUR – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan memiliki lingkungan belajar yang aman, SMP Negeri 2 Sukaresmi menggelar kegiatan Pembekalan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan materi pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan bullying di lingkungan sekolah, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukaresmi, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersebut diikuti oleh peserta didik baru SMP Negeri 2 Sukaresmi. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), dampak perundungan (bullying), serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan peduli antarsesama di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Sukaresmi, Heryati, S.Pd., mengatakan bahwa pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan.
"Kami ingin peserta didik baru memahami bahwa sekolah adalah tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA maupun tindakan bullying. Melalui pembekalan ini kami berharap mereka mampu menjadi pelajar yang berkarakter, saling menghargai, dan berprestasi, " ujarnya.
Babinsa Desa Sukamahi Koramil 0604/Cipanas, Koptu Teguh Widodo, menegaskan pentingnya memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA dan dampak negatif bullying.
"Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap NAPZA dan tidak melakukan maupun membiarkan bullying. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari karakter yang harus dibangun sejak dini, " katanya.
Danramil 0604/Cipanas, Kapten Kavaleri M. Ma'rufin, menyampaikan bahwa TNI akan terus mendukung dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
"Pembinaan karakter kepada pelajar merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Kami siap bersinergi dengan sekolah untuk memberikan edukasi mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pencegahan berbagai perilaku negatif di kalangan remaja, " ungkapnya.
Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
"Pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan bullying harus menjadi gerakan bersama. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, aparat, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif, " tuturnya.
Komandan Korem 061/Surya Kancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I.B.S., M.Tr.Han., menyatakan bahwa pembinaan karakter merupakan bagian penting dalam mencetak generasi penerus bangsa.
"Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter, moral, dan kepedulian sosial. Karena itu, upaya pencegahan NAPZA dan bullying harus dilakukan secara berkelanjutan, " katanya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda menjadi tanggung jawab bersama.
"Pelajar merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Melalui edukasi sejak dini mengenai bahaya NAPZA dan bullying, kita berharap lahir generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, serta mampu menjadi penerus bangsa yang membanggakan, " tegasnya.
Melalui kegiatan Pembekalan MPLS ini, diharapkan seluruh peserta didik baru SMP Negeri 2 Sukaresmi memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, mampu mencegah tindakan bullying, serta menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh rasa saling menghormati.(PERS)

Yulis Sumarlin